INPUT DATA PMO
PEMBUATAN DATA ISIAN
WAKTU INPUT/EDIT DATA
NAMA SEKOLAH
PERIODE LAPORAN
September 2022
Oktober 2022
November 2022
Desember 2022
Januari 2023
Februari 2023
Februari 2023
Maret 2023
April 2023
Mei 2023
Juni 2023
DAFTAR ISIAN PMO
Tahapan Perencanaan IKM di Satuan Pendidikan
Pilihlah opsi berdasarkan hasil pendampingan yang Bapak/Ibu lakukan selama penugasan berlangsung. Pilih opsi yang paling sesuai dengan hasil amatan Bapak/Ibu terhadap kondisi implementasi kurikulum merdeka di satuan pendidikan dampingan Anda
1. Perancangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan
Membuat penyesuaian kecil terhadap contoh dokumen kurikulum operasional satuan pendidikan yang disediakan oleh Kemendikbudristek.
Mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan berdasarkan contoh dokumen kurikulum satuan pendidikan yang disediakan oleh Kemendikbudristek dengan cara memodifikasi bagian pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran sesuai kondisi satuan pendidikan, tanpa didasarkan pada refleksi terhadap hasil analisis karakteristik satuan pendidikannya
Mengembangkan kurikulum satuan pendidikan berdasarkan contoh dari Kemendikbudristek dengan cara memodifikasi pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran berdasarkan analisis dan refleksi terhadap kondisi, sarana, prasarana dan tenaga pendidik serta kependidikan di satuan pendidikan dengan melibatkan melibatkan perwakilan siswa, orangtua, atau masyarakat
Mengembangkan kurikulum satuan pendidikan yang kontekstual dan sesuai aspirasi warga satuan pendidikan serta hasil analisis dan refleksi diri satuan pendidikan. menstrukturkan pembelajaran sesuai visi-misi dan konteks satuan pendidikan, dengan melibatkan perwakilan peserta didik, orangtua, dan masyarakat
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Dalam perancangan KOSP, sekolah melibatkan seluruh warga sekolah dan para pemangku kepentingan untuk turut serta dalam konteks visi dan misi yang berkesinambungan
2. Perancangan alur tujuan pembelajaran
Menggunakan contoh `alur tujuan pembelajaran` yang disediakan oleh Kemendikbudristek
Melakukan penyesuaian terhadap alur tujuan pembelajaran yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Melakukan perombakan terhadap alur tujuan pembelajaran yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Mengembangkan `alur tujuan pembelajaran` secara mandiri dengan merujuk pada Capaian Pembelajaran. Koordinator kurikulum di satuan pendidikan memimpin proses perancangan, memonitor implementasi, dan memimpin proses pengembangan dan evaluasi alur tujuan pembelajaran sehingga pengembangan alur tujuan pembelajaran menjadi bagian dari sistem perencanaan dan evaluasi kurikulum satuan pendidikan.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
alur tujuan pembelajaran telah disusun secara linear sesuai dengan urutan kegiatan pembelajaran dengan tujuan mengukur capaian pembelajaran
3. Perencanaan pembelajaran dan asesmen
Menggunakan contoh perencanaan pembelajaran dan asesmen yang disediakan oleh Kemendikbudristek
Melakukan penyesuaian terhadap contoh perencanaan pembelajaran dan asesmen yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Melakukan perombakan terhadap contoh perencanaan pembelajaran dan asesmen yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Melakukan pengembangan perencanaan pembelajaran dan asesmen berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
agar dapat mengidentifikasi kebutuhan belajar bagi peserta didik yang hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran yang sesuai dengan tahap capaian peserta didik
4. Penggunaan dan Pengembangan Perangkat Ajar
Menggunakan buku teks dan modul ajar sebagai sumber utama pengajaran
Guru dapat memilih materi dari buku teks dan modul ajar, serta bahan ajar lainnya supaya sesuai konteks lokal dan kebutuhan peserta didik.
Guru dapat mengkombinasikan berbagai perangkat ajar menyesuaikan dengan konteks lokal dan kebutuhan peserta didik.Guru dapat memodifikasi beberapa bagian dari modul ajar yang disediakan Kemendikbudristek untuk salah satu atau sebagian materi pelajaran.
Guru dapat mengkombinasikan berbagai perangkat ajar menyesuaikan dengan konteks lokal dan kebutuhan peserta didik.Guru dapat mengembangkan modul ajar untuk salah satu atau sebagian materi pelajaran, serta berbagi modul ajar yang dibuatnya kepada guru lain.Satuan pendidikan menyelenggarakan sesi pengembangan modul ajar secara kolaboratif.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
karena di dalam perangkat ajar memuat tentang tujuan dari pembelajaran yang mana setiap pokok bahasan akan memiliki tujuan yang berbeda
5. Perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila
Menggunakan modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek tanpa penyesuaian atau dengan penyesuaian yang sangat sedikit
Membuat penyesuaian terhadap modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek sesuai konteks lokal dan kebutuhan peserta didik.
Membuat penyesuaian terhadap modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek sesuai konteks lokal, kebutuhan, serta minat peserta didik dengan melibatkan pendapat dan ide-ide peserta didik.
Mengembangkan ide dan modul projek sesuai konteks lokal, kebutuhan, serta minat peserta didik dengan melibatkan pendapat dan ide-ide peserta didik.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila disesuaikan berdasarkan atas minat dan kemampuan peserta didik
TAHAPAN PELAKSANAAN IKM DI SATUAN PENDIDIKAN
Pilihlah opsi berdasarkan hasil pendampingan yang Bapak/Ibu lakukan selama penugasa berlangsung. Pilih opsi yang paling sesuai dengan hasil amatan Bapak/Ibu terhadap kondisi implementasi kurikulum merdeka di satuan pendidikan dampingan Anda
1. Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila
Menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan jumlah yang lebih sedikit atau lebih banyak dari yang dianjurkan Kemendikbudristek dan Projek berorientasi pada menghasilkan artifak (produk seperti makanan, minuman), belum menitikberatkan pada pemahaman tentang konsep dan/atau penyelesaian masalah (problem solving)
Menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan jumlah yang lebih sedikit atau lebih banyak dari yang dianjurkan Kemendikbudristek, dan Projek diawali dengan identifikasi masalah yang dipandu atau diarahkan lebih banyak oleh guru sehingga kegiatan projek mulai berorientasi pada pemahaman tentang konsep dan/atau penyelesaian masalah (problem solving) sesuai tema.
Membuat penyesuaian terhadap modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek sesuai konteks lokal, kebutuhan, serta minat peserta didik dengan melibatkan pendapat dan ide-ide peserta didik.
Mengembangkan ide dan modul projek sesuai konteks lokal, kebutuhan, serta minat peserta didik dengan melibatkan pendapat dan ide-ide peserta didik.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
dengan implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila, memberikan pemahaman kepada peserta didik untuk dapat bersikap adil, menghormati hak masing-masing teman di kelas nya, melakukan kewajiban sekolah dengan tanggung jawab, mengembangkan toleransi beragama dan membina kerukunan hidup antar manusia serta meyakini adanya Tuhan yang Maha Esa
2. Penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
Guru menggunakan metode pengajaran yang bervariasi namun masih didominasi oleh peran seperti instruktur yang mengarahkan kegiatan peserta didik sepanjang proses pembelajaran
Guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik, serta metode yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik, serta sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik, dan Peran sebagai fasilitator lebih dominan, ditunjukkan dengan dengan memberikan lebih banyak kesempatan untuk siswa belajar mandiri, bertanggung jawab atas proses belajar mereka.
Guru membedakan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, capaian/performa, dan minat siswa, dan Guru lebih terampil berperan sebagai fasilitator dengan memberikan lebih banyak kesempatan untuk peserta didik belajar mandiri dan bertanggung jawab atas proses belajar mereka.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
guru menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik agar dapat memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan ketrampilan belajar seperti manajemen waktu, komunikasi berpikir kritis dan keterampilan dalam memecahkan masalah
3. Keterpaduan penilaian dalam pembelajaran
Guru melakukan asesmen pada awal pembelajaran namun tidak digunakan untuk merancang pembelajaran ataupun untuk mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih. Guru mulai melakukan asesmen beberapa kali (tidak hanya saat mendekati masa pelaporan/rapor) namun asesmen dilakukan hanya untuk memberikan nilai kepada siswa dan belum digunakan untuk merancang pembelajaran. Guru hanya menggunakan asesmen yang disediakan dalam buku teks dan/atau modul ajar.
Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih Ketika merancang asesmen, guru mulai memperhatikan kesesuaian antara asesmen dengan tujuan pembelajaran.
Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran berikutnya yang sesuai dengan capaian mayoritas peserta didik di kelasnya (belum merupakan rencana pembelajaran terdiferensiasi), dan Guru melakukan asesmen untuk mendapatkan umpan balik tentang kebutuhan belajar peserta didik dan menentukan tindak lanjutnya.
Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan tahap capaian peserta didik (teaching at the right level). Guru mampu melakukan penyesuaian pembelajaran sepanjang proses pembelajaran agar semua peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Satuan pendidikan mengembangkan kebijakan yang mendorong guru untuk menggunakan hasil asesmen dalam merancang kurikulum dan pembelajaran.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
untuk menilai kegiatan pembelajaran di kelas dan untuk meningkatkan pembelajaran dan kualitas peserta didik dan bukan sekedar menentukan nilai akhir peserta didik
4. Pembelajaran sesuai tahap belajar peserta didik (pendidikan dasar dan menengah)
Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, guru mengajar seluruh siswa di kelasnya sesuai dengan fase Capaian Pembelajaran mayoritas siswa di kelasnya.
Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, guru mengajar seluruh siswa di kelasnya sesuai dengan fase capaian belajar mayoritas siswa di kelasnya dan dengan memberikan perhatian khusus terhadap sebagian siswa yang membutuhkan perlakuan (materi dan/atau metode belajar) yang berbeda.
Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, siswa di kelas yang sama dibagi menjadi dua kelompok menurut capaian belajar mereka. Dengan demikian, setiap siswa dapat belajar sesuai dengan capaian belajarnya, dan Sekolah menyelenggarakan program pelajaran tambahan untuk siswa yang belum siap untuk belajar sesuai dengan kelasnya.
Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, siswa di kelas yang sama dibagi menjadi dua kelompok menurut capaian belajar mereka. Dengan demikian, setiap siswa dapat belajar sesuai dengan capaian belajarnya, dan sekolah menyelenggarakan berbagai program seperti pelajaran tambahan untuk siswa yang belum siap untuk belajar sesuai dengan kelasnya dan untuk siswa yang membutuhkan pengayaan atau tantangan lebih.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
memberikan kesempatan pada peserta didik untuk bisa mengembangkan diri sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik
5. Kolaborasi antar guru untuk keperluan kurikulum dan pembelajaran
Guru belum berkolaborasi untuk keperluan pembelajaran intrakurikuler, namun sudah berkolaborasi untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Guru berkolaborasi dalam proses perencanaan pembelajaran di awal atau akhir semester, misalnya diskusi tentang kemajuan belajar peserta didik di akhir semester, berbagi praktik baik, berbagi info tentang perangkat ajar, dsb., dan berkolaborasi untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Guru berkolaborasi dalam perencanaan pembelajaran di awal semester (perencanaan) dan dalam proses pembelajaran sepanjang semester, misalnya melalui diskusi tentang kemajuan belajar peserta didik, berbagi praktik baik, berbagi info tentang perangkat ajar, dsb., dan berkolaborasi untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila serta terlibat dalam evaluasi kurikulum di satuan pendidikan.
Guru berkolaborasi untuk perencanaan pembelajaran di awal semester dan dalam proses pembelajaran sepanjang semester, misalnya melalui diskusi tentang kemajuan belajar peserta didik, berbagi praktik baik, berbagi info tentang perangkat ajar, dsb., untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan terlibat dalam pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan. Satuan pendidikan memiliki kebijakan dan mekanisme yang mendorong kolaborasi guru untuk kegiatan belajar intrakurikuler dan juga projek, misalnya melalui observasi kelas, kegiatan refleksi pembelajaran, kegiatan berbagi praktik baik, dsb.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
agar setiap guru mampu memberikan dampak yang optimal kepada setiap peserta didik di dalam maupun di luar kelas
6. Kolaborasi dengan orang tua/keluarga dalam pembelajaran
Guru melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan saat peserta didik mengalami masalah belajar, dan Komunikasi cenderung satu arah, dari pihak satuan pendidikan/ guru kepada orang tua/wali, misalnya guru memberikan saran kepada orangtua/wali tentang apa yang sebaiknya dilakukan untuk mendukung proses belajar peserta didik.
Guru berkoordinasi dengan guru lain melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan secara berkala dalam proses belajar. omunikasi cenderung satu arah, dari pihak satuan pendidikan/ guru kepada orang tua/wali, misalnya guru memberikan saran kepada orangtua/wali tentang apa yang sebaiknya dilakukan untuk mendukung proses belajar peserta didik.
Guru berkoordinasi dengan guru lain melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan secara berkala dalam proses belajar. Komunikasi cenderung dialog dua arah, di mana pihak satuan pendidikan/guru dan orang tua/ wali, mencari ide dan kesepakatan tentang apa yang sebaiknya dilakukan bersama untuk mendukung proses belajar peserta didik.
Guru berkomunikasi dengan guru lain melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan secara berkala dalam proses belajar, Ada saluran komunikasi yang berkala untuk orang tua memberikan umpan balik terhadap kurikulum dan pembelajaran. Orang tua berkesempatan untuk terlibat dalam pembelajaran, misalnya menjadi narasumber dalam intrakurikuler dan/atau dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila. Komunikasi melibatkan tiga pihak, yaitu guru-siswa-orang tua untuk mendiskusikan tahapan belajar dan tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk mendukung proses belajar siswa.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
selalu membangun komunikasi yang baik antar orang tua, guru dan wali kelas akan menjadi kinci suksesnya desentralisasi pendidikan dan menjadi komponen penting dalam usaha sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan
7. Kolaborasi dengan masyarakat/komunitas/ industri
Satuan pendidikan sudah merancang pelibatan masyarakat/ komunitas/industri dalam proses pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila, namun belum terlaksana.
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri hanya untuk mendukung kegiatan yang tidak berkelanjutan atau kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler atau projek penguatan profil pelajar, untuk kegiatan yang lebih panjang jangka waktunya.
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Komunitas/industri yang dilibatkan lebih beragam sesuai tujuan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
sekolah memiliki wadah berupa CN Mart dalam membina kewirausahaan hasil karya / olahan dari peserta didik
8. Refleksi, evaluasi dan peningkatan kualitas implementasi kurikulum
Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran cenderung satu arah dari pimpinan satuan pendidikan, dan belum berbasis data.
Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran dilakukan pembelajaran dilakukan sebagian guru. Refleksi dan evaluasi tersebut belum berbasis data, melainkan penilaian masing-masing guru berdasarkan pengalaman pribadi dan/atau pandangan rekan sejawat. Sebagian guru menyesuaikan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi tersebut.
Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran dilakukan sebagian guru. Hasil refleksi (pengalaman dan persepsi guru serta rekan sejawat) dilengkapi dengan data hasil belajar peserta didik, serta masukan orangtua/ wali. Rapor Pendidikan juga mulai digunakan data untuk refleksi dan evaluasi. Sebagian guru menyesuaikan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi tersebut.
Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran dilakukan mayoritas atau semua guru. Hasil refleksi (pengalaman dan persepsi guru) dilengkapi dengan data Rapor Pendidikan. Guru-guru dalam tim kecil (berdasarkan kelompok mata pelajaran dalam satu fase, guru kelas dalam satu fase, dan/ atau berbagai mata pelajaran dalam satu fase/ level) berdiskusi dan berkolaborasi untuk melakukan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi. Satuan pendidikan telah memiliki kebijakan mengenai refleksi dan evaluasi kurikulum (contohnya melalui komunitas belajar, pertemuan rutin guru, kebijakan tentang penulisan rapor dan pemberian umpan balik kepada peserta didik).
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
guru berusaha untuk dapat lebih meningkatkan kinerja dan pengembangan kompetensi diri
EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Pilihlah opsi berdasarkan hasil pendampingan yang Bapak/Ibu lakukan selama penugasan berlangsung. Pilih opsi yang paling sesuai dengan hasil amatan Bapak/Ibu terhadap kondisi implementasi kurikulum merdeka di satuan pendidikan dampingan Anda
1. Kepala Sekolah memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada murid
Kepala sekolah memahami bahwa penting untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar.
Kepala sekolah mengajak guru untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar.
Kepala sekolah melibatkan seluruh warga sekolah untuk berpartisipasi dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Kepala sekolah memastikan dan membangun komunikasi serta interaksi persuasif seluruh warga sekolah dalam berpartisipasi mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif, aman, dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Kepala sekolah mengembangkan sistem yang memastikan masukan dan aspirasi murid sebagai pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan praktik belajar pada level kelas dan sekolah dengan dukungan dari warga sekolah yang lain untuk mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
kepala sekolah selalu memberikan motivasi dan support pada guru dan peserta didik dalam setiap kegiatan sekolah yang berhubungan dengan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada peserta didik
2. Kepala Sekolah memimpin refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada murid.
Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi yang melibatkan guru namun belum secara berkala.
Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru untuk perbaikan kualitas proses belajar.
Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru berdasarkan analisis data yang menghasilkan inisiatif untuk perbaikan kualitas proses belajar yang terukur.
Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru berdasarkan analisis data yang menghasilkan inisiatif kolaboratif untuk perbaikan kualitas proses belajar yang terukur.
Kepala sekolah mengembangkan mekanisme refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru berdasarkan analisis data yang menghasilkan inisiatif kolaboratif untuk perbaikan kualitas proses belajar yang terukur.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
kepala sekolah secara berkala melaksanakan briefing dengan guru-guru untuk mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang telah terlaksana guna meningkatkan kegiatan pembelajaran selanjutnya yang lebih baik
3. Kepala Sekolah memimpin upaya pengembangan lingkungan belajar yang berpusat pada murid
Kepala sekolah memahami bahwa penting untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar.
Kepala sekolah mengajak guru untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar.
Kepala sekolah melibatkan seluruh warga sekolah untuk berpartisipasi dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Kepala sekolah memastikan dan membangun komunikasi serta interaksi persuasif seluruh warga sekolah dalam berpartisipasi mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif, aman,dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Kepala sekolah mengembangkan sistem yang memastikan masukan dan aspirasi murid sebagai pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan praktik belajar pada level kelas dan sekolah dengan dukungan dari warga sekolah yang lain untuk mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
kepala sekolah selalu memberikan motivasi dan support pada guru dan peserta didik dalam setiap kegiatan sekolah yang berhubungan dengan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada peserta didik
4. Kepala Sekolah melibatkan orang tua/wali murid sebagai pendamping dan sumber belajar di sekolah
Kepala sekolah mulai memetakan peran orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah.
Kepala sekolah mengomunikasikan dan meminta masukan dari orang tua/wali murid dan masyarakat terkait dampak hasil pengembangan sekolah pada peningkatan kualitas belajar murid.
Kepala sekolah mengomunikasikan dengan menggunakan berbagai strategi komunikasi yang mendorong keterlibatan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah yang berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid.
Kepala sekolah mengomunikasilkan hasil pengembangan sekolah serta menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid dan masyarakat untuk mengambil peran dalam program pengembangan sekolah yang berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid.
Kepala sekolah membangun mekanisme yang memfasilitasi komunikasi hasil pengembangan sekolah dan penyediaan kesempatan bagi orang tua/wali murid dan masyarakat untuk mengambil peran dalam program pengembangan sekolah yang berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
selalu membangun komunikasi yang baik antar orang tua, guru dan wali kelas akan menjadi kinci suksesnya desentralisasi pendidikan dan menjadi komponen penting dalam usaha sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan
5. Kepala Sekolah berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi yang relevan dengan kepemimpinan sekolah untuk mengembangkan karier
Kepala sekolah memahami bahwa penting mengikuti kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier.
Kepala sekolah mengikuti kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier.
Kepala sekolah secara aktif kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengeksplorasi beragam pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan belajar untuk mengembangkan karier.
Kepala sekolah membuat karya dan/atau memberikan layanan yang bermakna, berbagi praktik baik pembelajaran, dan mengambil beragam peran pada kegiatan jejaring dan organisasi profesi yang relevan dengan kebutuhan belajar untuk mengembangkan karier.
Kepala sekolah guru lain dalam membuat karya dan/atau memberikan layanan yang bermakna, dalam berbagi praktik baik pembelajaran, dan dalam mengambil beragam peran pada kegiatan jejaring dan organisasi profesi yang relevan dengan kebutuhan belajar untuk mengembangkan karier.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
menjadi anggota aktif pada MKKS, MGMP, PMM, Grup Sekolah Penggerak dan Grup Adiwiyata
6. Kepala Sekolah menunjukkan kematangan spiritual, moral, dan emosi untuk berperilaku sesuai dengan kode etik.
Kepala sekolah memahami pentingnya pengelolaan emosi, menggunakan prinsip moral, dan menunjukkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa dalam berperilaku kerja yang mengacu pada kode etik.
Kepala sekolah mengelola emosi, menggunakan prinsip moral, dan menunjukkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk berperilaku kerja yang mengacu pada kode etik.
Kepala sekolah mengelola emosi, menggunakan prinsip moral, dan menunjukkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk mengembangkan perilaku kerja dan pembelajaran yang mengacu pada kode etik.
Kepala sekolah mengelola emosi, menggunakan prinsip moral, dan menunjukkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk mengembangkan perilaku kerja dan pembelajaran yang mengacu pada kode etik, serta mengantisipasi pelanggaran kode etik dan menghindari konflik kepentingan.
Kepala sekolah membantu kepemimpinan sekolah yang lain dalam mengelola emosi, menggunakan prinsip moral, dan menunjukkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk mengembangkan perilaku kerja dan pembelajaran yang mengacu pada kode etik serta mengantisipasi terjadinya pelanggaran kode etik dan menghindari konflik kepentingan.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
memiliki kepribadian yang baik, religius, cerdas, kekeluargaan dan bersahaja
7. Kepala sekolah mengembangkan komunitas praktisi
Kepala sekolah belum memulai komunitas praktisi di dalam satuan pendidikan.
Kepala sekolah memulai komunitas praktisi di dalam satuan pendidikan dengan memperkenalkan dan membentuk komunitas praktisi.
Kepala sekolah menjadikan komunitas praktisi sebagai agenda rutin di satuan pendidikan.
Kepala sekolah mulai bergerak menyebarluaskan pengetahuan dan praktik baik ke satuan pendidikan lain.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
berbagi praktik baik melalui kegiatan desiminasi yang diikuti oleh beberapa sekolah sejawat
A. SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
Misalnya : keterbatasan jumlah PTK, kompetensi kepala dan guru, motivasi rendah, gagap teknologi
1. Jumlah PTK tidak mencukupi
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
junlah PTK sesuai dengan jumlah rombel
2. Kompetensi/ kapasitas rendah
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
semua guru sudah sesuai / linear dengan kompetensinya
3. Komitmen kepala sekolah/pengawas atau guru rendah
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
semua guru dan kepala sekolah sudah berkomitmen dengan baik sesuai dengan tupoksinya masing-masing
4. Berhalangan tetap karena kondisi kesehatan (misalnya, sakit akut, stroke ringan)
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
tidak ada, seluruh PTK sehat secara jasmani dan rohani
B. ANGGARAN
Misalnya : Keterbatasan anggaran untuk menjalankan program di satuan pendidikan
1. Anggaran belum tersedia
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
mendapatkan bantuan pendidikan dari Boskin
2. Anggaran Kurang
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
setiap anggaran disesuaikan dengan kebutuhan
C. TEKNOLOGI
Misalnya : Keterbatasan anggaran untuk menjalankan program di satuan pendidikan
1. Aplikasi (misal, Aplikasi kurang user friendly, aplikasi tidak compatible pada perangkat tertentu, aplikasi sering error atau buging dll)
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
satuan pendidikan selalu maintenance secara berkala dan disesuaikan dengan kebutuhan
2. Perangkat keras (Laptop/ tablet/ smartphone) belum mencukupi kebutuhan
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
semua siswa dan guru memiliki perangkat smartphone maupun laptop secara mandiri
3. Jaringan internet tidak ada/tidak stabil
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
jaringan internet stabil
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Deskripsikan dengan jelas kegiatan pembelajaran yang dilakukan
1. Kegiatan pembelajaran belum berjalan (misalnya dikarenakan guru mangkir atau peserta didik tidak bisa mengikuti pembelajaran)
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
pelaksanaan KBM berjalan dengan baik dan terpantau dengan absensi harian
2. Perangkat ajar tidak memadai (keterbatasan akses terhadap buku teks, contoh modul ajar, contoh penguatan projek profil pelajar Pancasila)
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
sekolah menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan pembelajaran
E. DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH
Deskripsikan dengan jelas dukungan Pemda dan Dinas Pendidikan yang dilakukan
1. Anggaran tidak tersedia/ tidak cukup
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
anggaran disesuaikan dengan ketentuan anggaran pemerintah daerah
2. Kebijakan/ regulasi belum sesuai dengan program sekolah penggerak
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
semua kebijakan dilakukan oleh sekolah sesuai dengan juklak dan juknis yang ada
3. Terjadi rotasi kepala sekolah/ pengawas sekolah
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
rotasi terjadi atas kepentingan stakeholder
4. Tidak ada dukungan dari pengawas
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Pengawas selalu memonitoring kegiatan sekolah dan memberikan motivasi, serta evaluasi yang membangun
F. DUKUNGAN INTERNAL SEKOLAH
Deskripsikan dengan jelas dukungan internal sekolah yang dilakukan
1. Yayasan tidak mendukung
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Yayasan sangat mendukung seluruh kegiatan sekolah
2. Guru non komite pembelajaran tidak mendukung
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
komite kerap ikut terlibat dalam setiap kegiatan di sekolah
G. KONDISI MENDESAK
Deskripsikan dengan jelas kondisi mendesak yang dialami (Jika Ada)
1. Terjadi bencana alam
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
tidak ada
2. Pandemi COVID-19 menjadi penghambat pelaksanaan pembelajaran (pembatasan akses, kekhawatiran terkena wabah terutama di wilayah tanpa internet akibat pandemi, dll)
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
kegiatan pembelajaran dilakukan secara PJJ dengan menggunakan berbagai aplikasi pembelajaran yang tersedia baik itu, E-learning, Gmeet, Zoom ataupun WA
H. LAINNYA
Deskripsikan dengan jelas hambatan lainnya (Jika Ada)
1. Hambatan Lainnya
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
terjadinya rotasi kepala sekolah dan guru menghambat pelaksanaan kegiatan dari sekolah penggerak