INPUT DATA PMO
PEMBUATAN DATA ISIAN
WAKTU INPUT/EDIT DATA
NAMA SEKOLAH
PERIODE LAPORAN
September 2022
Oktober 2022
November 2022
Desember 2022
Januari 2023
Februari 2023
Februari 2023
Maret 2023
April 2023
Mei 2023
Juni 2023
DAFTAR ISIAN PMO
Tahapan Perencanaan IKM di Satuan Pendidikan
Pilihlah opsi berdasarkan hasil pendampingan yang Bapak/Ibu lakukan selama penugasan berlangsung. Pilih opsi yang paling sesuai dengan hasil amatan Bapak/Ibu terhadap kondisi implementasi kurikulum merdeka di satuan pendidikan dampingan Anda
1. Perancangan Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan
Membuat penyesuaian kecil terhadap contoh dokumen kurikulum operasional satuan pendidikan yang disediakan oleh Kemendikbudristek.
Mengembangkan kurikulum operasional satuan pendidikan berdasarkan contoh dokumen kurikulum satuan pendidikan yang disediakan oleh Kemendikbudristek dengan cara memodifikasi bagian pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran sesuai kondisi satuan pendidikan, tanpa didasarkan pada refleksi terhadap hasil analisis karakteristik satuan pendidikannya
Mengembangkan kurikulum satuan pendidikan berdasarkan contoh dari Kemendikbudristek dengan cara memodifikasi pengorganisasian dan perencanaan pembelajaran berdasarkan analisis dan refleksi terhadap kondisi, sarana, prasarana dan tenaga pendidik serta kependidikan di satuan pendidikan dengan melibatkan melibatkan perwakilan siswa, orangtua, atau masyarakat
Mengembangkan kurikulum satuan pendidikan yang kontekstual dan sesuai aspirasi warga satuan pendidikan serta hasil analisis dan refleksi diri satuan pendidikan. menstrukturkan pembelajaran sesuai visi-misi dan konteks satuan pendidikan, dengan melibatkan perwakilan peserta didik, orangtua, dan masyarakat
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Kurikulum satuan pendidikan dikembangkan berdasarkan contoh dari kemendikbudristek dengan memodifikasi pengorgamisasian dan perencanaan pembelajaran berdasarkan analisis dan refleksi terhadap kondisi, sarana, prasarana, dan tenaga pendidik serta kependidikan di satuan pendidik dengan melibatkan perwakilan siswa, orangtua, atau masyarakat , untuk pengembangan kurikulum tetap berdasarkan contoh dari kemenristekdikbud menjadi acuan karena kami harus memiliki tolak ukurnya , dan dilaksanakan berdasarkan kondisi lingkungan sekolah dengan melibatkan stokholder yang berkaitan langsung dengan pihak sekolah , hal ini sangat dibutuhkan guna mengetahui dan terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas dan kuantitas mutu pendidikan Sekolah kami.
2. Perancangan alur tujuan pembelajaran
Menggunakan contoh `alur tujuan pembelajaran` yang disediakan oleh Kemendikbudristek
Melakukan penyesuaian terhadap alur tujuan pembelajaran yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Melakukan perombakan terhadap alur tujuan pembelajaran yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Mengembangkan `alur tujuan pembelajaran` secara mandiri dengan merujuk pada Capaian Pembelajaran. Koordinator kurikulum di satuan pendidikan memimpin proses perancangan, memonitor implementasi, dan memimpin proses pengembangan dan evaluasi alur tujuan pembelajaran sehingga pengembangan alur tujuan pembelajaran menjadi bagian dari sistem perencanaan dan evaluasi kurikulum satuan pendidikan.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
pengembangan ATP secara mandiri seperti itu lebih terkonsep dan memiliki acuan yang disesuaikan kebutuhan lingkungan belajar dan kenutuhan peserta didik
3. Perencanaan pembelajaran dan asesmen
Menggunakan contoh perencanaan pembelajaran dan asesmen yang disediakan oleh Kemendikbudristek
Melakukan penyesuaian terhadap contoh perencanaan pembelajaran dan asesmen yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Melakukan perombakan terhadap contoh perencanaan pembelajaran dan asesmen yang disediakan oleh Kemendikbudristek berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Melakukan pengembangan perencanaan pembelajaran dan asesmen berdasarkan kebutuhan peserta didik.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
perencanaan pembelajaran (modul ajar) dan asesmen dari kemendikbudristek disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dikarenakan setiap peserta memilki minat dan bakat yang berbeda , tidak homogen dan tidak bisa diseragamkan tetapi dengan pengelompokkan kebutuhan , bakat dan minatnya
4. Penggunaan dan Pengembangan Perangkat Ajar
Menggunakan buku teks dan modul ajar sebagai sumber utama pengajaran
Guru dapat memilih materi dari buku teks dan modul ajar, serta bahan ajar lainnya supaya sesuai konteks lokal dan kebutuhan peserta didik.
Guru dapat mengkombinasikan berbagai perangkat ajar menyesuaikan dengan konteks lokal dan kebutuhan peserta didik.Guru dapat memodifikasi beberapa bagian dari modul ajar yang disediakan Kemendikbudristek untuk salah satu atau sebagian materi pelajaran.
Guru dapat mengkombinasikan berbagai perangkat ajar menyesuaikan dengan konteks lokal dan kebutuhan peserta didik.Guru dapat mengembangkan modul ajar untuk salah satu atau sebagian materi pelajaran, serta berbagi modul ajar yang dibuatnya kepada guru lain.Satuan pendidikan menyelenggarakan sesi pengembangan modul ajar secara kolaboratif.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Terjadi klaboratif antar guru
5. Perencanaan projek penguatan profil pelajar Pancasila
Menggunakan modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek tanpa penyesuaian atau dengan penyesuaian yang sangat sedikit
Membuat penyesuaian terhadap modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek sesuai konteks lokal dan kebutuhan peserta didik.
Membuat penyesuaian terhadap modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek sesuai konteks lokal, kebutuhan, serta minat peserta didik dengan melibatkan pendapat dan ide-ide peserta didik.
Mengembangkan ide dan modul projek sesuai konteks lokal, kebutuhan, serta minat peserta didik dengan melibatkan pendapat dan ide-ide peserta didik.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Modul project disesuaikan kebutuhan sekolah dan siswa d, saat ini terlibatnya ide - ide dari peserta didik belum terlaksana
TAHAPAN PELAKSANAAN IKM DI SATUAN PENDIDIKAN
Pilihlah opsi berdasarkan hasil pendampingan yang Bapak/Ibu lakukan selama penugasa berlangsung. Pilih opsi yang paling sesuai dengan hasil amatan Bapak/Ibu terhadap kondisi implementasi kurikulum merdeka di satuan pendidikan dampingan Anda
1. Implementasi projek penguatan profil pelajar Pancasila
Menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan jumlah yang lebih sedikit atau lebih banyak dari yang dianjurkan Kemendikbudristek dan Projek berorientasi pada menghasilkan artifak (produk seperti makanan, minuman), belum menitikberatkan pada pemahaman tentang konsep dan/atau penyelesaian masalah (problem solving)
Menerapkan projek penguatan profil pelajar Pancasila dengan jumlah yang lebih sedikit atau lebih banyak dari yang dianjurkan Kemendikbudristek, dan Projek diawali dengan identifikasi masalah yang dipandu atau diarahkan lebih banyak oleh guru sehingga kegiatan projek mulai berorientasi pada pemahaman tentang konsep dan/atau penyelesaian masalah (problem solving) sesuai tema.
Membuat penyesuaian terhadap modul projek yang disediakan oleh Kemendikbudristek sesuai konteks lokal, kebutuhan, serta minat peserta didik dengan melibatkan pendapat dan ide-ide peserta didik.
Mengembangkan ide dan modul projek sesuai konteks lokal, kebutuhan, serta minat peserta didik dengan melibatkan pendapat dan ide-ide peserta didik.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Penyesuaian modul produk dari kemendikbudristek sesuai dengan konteks lokal, kebutuhan dan minat peserta didik dengan melibatkan pendapat dan ide peserta didik. Peserta didik diberikan kesempatan untuk memilih project dengan tema yang sudah ditetapkan sesuai bakat , minat dan ide mereka.
2. Penerapan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik
Guru menggunakan metode pengajaran yang bervariasi namun masih didominasi oleh peran seperti instruktur yang mengarahkan kegiatan peserta didik sepanjang proses pembelajaran
Guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik, serta metode yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.
Guru menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik, serta sesuai dengan tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik, dan Peran sebagai fasilitator lebih dominan, ditunjukkan dengan dengan memberikan lebih banyak kesempatan untuk siswa belajar mandiri, bertanggung jawab atas proses belajar mereka.
Guru membedakan metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan, capaian/performa, dan minat siswa, dan Guru lebih terampil berperan sebagai fasilitator dengan memberikan lebih banyak kesempatan untuk peserta didik belajar mandiri dan bertanggung jawab atas proses belajar mereka.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Sebagian guru sudah menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi , berpusat pada peserta didik , memberikan tanggung jawab dan kemandirian peserta didik untuk menyelesaikan masalah baik secara kelompok ataupun individu.
3. Keterpaduan penilaian dalam pembelajaran
Guru melakukan asesmen pada awal pembelajaran namun tidak digunakan untuk merancang pembelajaran ataupun untuk mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih. Guru mulai melakukan asesmen beberapa kali (tidak hanya saat mendekati masa pelaporan/rapor) namun asesmen dilakukan hanya untuk memberikan nilai kepada siswa dan belum digunakan untuk merancang pembelajaran. Guru hanya menggunakan asesmen yang disediakan dalam buku teks dan/atau modul ajar.
Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk mengidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian lebih Ketika merancang asesmen, guru mulai memperhatikan kesesuaian antara asesmen dengan tujuan pembelajaran.
Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran berikutnya yang sesuai dengan capaian mayoritas peserta didik di kelasnya (belum merupakan rencana pembelajaran terdiferensiasi), dan Guru melakukan asesmen untuk mendapatkan umpan balik tentang kebutuhan belajar peserta didik dan menentukan tindak lanjutnya.
Guru melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran dan hasilnya digunakan untuk merancang pembelajaran terdiferensiasi sesuai dengan tahap capaian peserta didik (teaching at the right level). Guru mampu melakukan penyesuaian pembelajaran sepanjang proses pembelajaran agar semua peserta didik mencapai tujuan pembelajaran. Satuan pendidikan mengembangkan kebijakan yang mendorong guru untuk menggunakan hasil asesmen dalam merancang kurikulum dan pembelajaran.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Guru sudah melakukan asesmen formatif pada awal pembelajaran yabg disesuaikan tujuan pembelajaran ,hasilnya untuk memgidentifikasi peserta didik yang membutuhkan perhatian khusus. perlu peningkatan untuk melakukan umpan balik dan tindak lanjut tentang kebutuhan peserta didik tersebut.
4. Pembelajaran sesuai tahap belajar peserta didik (pendidikan dasar dan menengah)
Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, guru mengajar seluruh siswa di kelasnya sesuai dengan fase Capaian Pembelajaran mayoritas siswa di kelasnya.
Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, guru mengajar seluruh siswa di kelasnya sesuai dengan fase capaian belajar mayoritas siswa di kelasnya dan dengan memberikan perhatian khusus terhadap sebagian siswa yang membutuhkan perlakuan (materi dan/atau metode belajar) yang berbeda.
Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, siswa di kelas yang sama dibagi menjadi dua kelompok menurut capaian belajar mereka. Dengan demikian, setiap siswa dapat belajar sesuai dengan capaian belajarnya, dan Sekolah menyelenggarakan program pelajaran tambahan untuk siswa yang belum siap untuk belajar sesuai dengan kelasnya.
Berdasarkan asesmen formatif di awal pembelajaran, siswa di kelas yang sama dibagi menjadi dua kelompok menurut capaian belajar mereka. Dengan demikian, setiap siswa dapat belajar sesuai dengan capaian belajarnya, dan sekolah menyelenggarakan berbagai program seperti pelajaran tambahan untuk siswa yang belum siap untuk belajar sesuai dengan kelasnya dan untuk siswa yang membutuhkan pengayaan atau tantangan lebih.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Pembelajaran masih berdasarkan fase capaian belajar mayoritas siswa dikelasnya dengan memberikan perlakuan dan perhatian khusus terhadap siswa yang membutuhkan. Untuk program pelajaran tambahan baru dilaksanakan untuk satu - dua mapel, belum secara keseluruhan.
5. Kolaborasi antar guru untuk keperluan kurikulum dan pembelajaran
Guru belum berkolaborasi untuk keperluan pembelajaran intrakurikuler, namun sudah berkolaborasi untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Guru berkolaborasi dalam proses perencanaan pembelajaran di awal atau akhir semester, misalnya diskusi tentang kemajuan belajar peserta didik di akhir semester, berbagi praktik baik, berbagi info tentang perangkat ajar, dsb., dan berkolaborasi untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Guru berkolaborasi dalam perencanaan pembelajaran di awal semester (perencanaan) dan dalam proses pembelajaran sepanjang semester, misalnya melalui diskusi tentang kemajuan belajar peserta didik, berbagi praktik baik, berbagi info tentang perangkat ajar, dsb., dan berkolaborasi untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila serta terlibat dalam evaluasi kurikulum di satuan pendidikan.
Guru berkolaborasi untuk perencanaan pembelajaran di awal semester dan dalam proses pembelajaran sepanjang semester, misalnya melalui diskusi tentang kemajuan belajar peserta didik, berbagi praktik baik, berbagi info tentang perangkat ajar, dsb., untuk keperluan projek penguatan profil pelajar Pancasila, dan terlibat dalam pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan. Satuan pendidikan memiliki kebijakan dan mekanisme yang mendorong kolaborasi guru untuk kegiatan belajar intrakurikuler dan juga projek, misalnya melalui observasi kelas, kegiatan refleksi pembelajaran, kegiatan berbagi praktik baik, dsb.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Sejak rapat awal tahun dan kegiatan IHT serta rapat penyusunan program dan kegiatan satu tahun pelajaran dituangkan dalam Kalender Pendidikan , perencanaan pembelajaran disusun secara kolaborasi oleh dewan guru dan membahas bersama - sama untuk pelaksanaan dan implementasi project penguatan profil pelajar pancasila dan memutuskan bersama - sama sesuai kesepakatan dan dilaksanakan secara kolaborasi dan terintegrasi di beberapa kegiatan sekolah
6. Kolaborasi dengan orang tua/keluarga dalam pembelajaran
Guru melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan saat peserta didik mengalami masalah belajar, dan Komunikasi cenderung satu arah, dari pihak satuan pendidikan/ guru kepada orang tua/wali, misalnya guru memberikan saran kepada orangtua/wali tentang apa yang sebaiknya dilakukan untuk mendukung proses belajar peserta didik.
Guru berkoordinasi dengan guru lain melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan secara berkala dalam proses belajar. omunikasi cenderung satu arah, dari pihak satuan pendidikan/ guru kepada orang tua/wali, misalnya guru memberikan saran kepada orangtua/wali tentang apa yang sebaiknya dilakukan untuk mendukung proses belajar peserta didik.
Guru berkoordinasi dengan guru lain melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan secara berkala dalam proses belajar. Komunikasi cenderung dialog dua arah, di mana pihak satuan pendidikan/guru dan orang tua/ wali, mencari ide dan kesepakatan tentang apa yang sebaiknya dilakukan bersama untuk mendukung proses belajar peserta didik.
Guru berkomunikasi dengan guru lain melalui satuan pendidikan memberikan informasi tentang kemajuan belajar peserta didik kepada orangtua/wali pada saat penerimaan rapor dan secara berkala dalam proses belajar, Ada saluran komunikasi yang berkala untuk orang tua memberikan umpan balik terhadap kurikulum dan pembelajaran. Orang tua berkesempatan untuk terlibat dalam pembelajaran, misalnya menjadi narasumber dalam intrakurikuler dan/atau dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila. Komunikasi melibatkan tiga pihak, yaitu guru-siswa-orang tua untuk mendiskusikan tahapan belajar dan tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk mendukung proses belajar siswa.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Diadakan rapat dewan guru dan walas sebelum memberikan hasil belajar peserta didik, mengenai kemajuan belajar peserta didik . Guru dan walas serta orang tua saling berkomunikasi dan bekerjasama, untuk mendapatkan kesepakatan dan mendukung proses belajar peserta didik.
7. Kolaborasi dengan masyarakat/komunitas/ industri
Satuan pendidikan sudah merancang pelibatan masyarakat/ komunitas/industri dalam proses pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila, namun belum terlaksana.
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri hanya untuk mendukung kegiatan yang tidak berkelanjutan atau kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembelajaran intrakurikuler maupun projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler atau projek penguatan profil pelajar, untuk kegiatan yang lebih panjang jangka waktunya.
Satuan pendidikan melibatkan masyarakat/ komunitas/industri secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila. Komunitas/industri yang dilibatkan lebih beragam sesuai tujuan pembelajaran intrakurikuler dan projek penguatan profil pelajar Pancasila.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Adanya kerjasama dengan masyarakat dan lingkungan sekolah / komunitas masih dalam lingkup kecil dan akan diperluas lagi selama satu tahun pelajaran ini.
8. Refleksi, evaluasi dan peningkatan kualitas implementasi kurikulum
Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran cenderung satu arah dari pimpinan satuan pendidikan, dan belum berbasis data.
Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran dilakukan pembelajaran dilakukan sebagian guru. Refleksi dan evaluasi tersebut belum berbasis data, melainkan penilaian masing-masing guru berdasarkan pengalaman pribadi dan/atau pandangan rekan sejawat. Sebagian guru menyesuaikan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi tersebut.
Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran dilakukan sebagian guru. Hasil refleksi (pengalaman dan persepsi guru serta rekan sejawat) dilengkapi dengan data hasil belajar peserta didik, serta masukan orangtua/ wali. Rapor Pendidikan juga mulai digunakan data untuk refleksi dan evaluasi. Sebagian guru menyesuaikan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi tersebut.
Refleksi dan evaluasi implementasi kurikulum dan pembelajaran dilakukan mayoritas atau semua guru. Hasil refleksi (pengalaman dan persepsi guru) dilengkapi dengan data Rapor Pendidikan. Guru-guru dalam tim kecil (berdasarkan kelompok mata pelajaran dalam satu fase, guru kelas dalam satu fase, dan/ atau berbagai mata pelajaran dalam satu fase/ level) berdiskusi dan berkolaborasi untuk melakukan perencanaan pembelajaran berdasarkan hasil refleksi dan evaluasi. Satuan pendidikan telah memiliki kebijakan mengenai refleksi dan evaluasi kurikulum (contohnya melalui komunitas belajar, pertemuan rutin guru, kebijakan tentang penulisan rapor dan pemberian umpan balik kepada peserta didik).
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Baru sebagian guru yang memahami refleksi rapor pendidikan dalam perencanaan pembelajaraan dan masih dilakukan secara global belum spesifik.
EFEKTIVITAS KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH SEBAGAI PEMIMPIN PEMBELAJARAN DI SEKOLAH
Pilihlah opsi berdasarkan hasil pendampingan yang Bapak/Ibu lakukan selama penugasan berlangsung. Pilih opsi yang paling sesuai dengan hasil amatan Bapak/Ibu terhadap kondisi implementasi kurikulum merdeka di satuan pendidikan dampingan Anda
1. Kepala Sekolah memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada murid
Kepala sekolah memahami bahwa penting untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar.
Kepala sekolah mengajak guru untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar.
Kepala sekolah melibatkan seluruh warga sekolah untuk berpartisipasi dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Kepala sekolah memastikan dan membangun komunikasi serta interaksi persuasif seluruh warga sekolah dalam berpartisipasi mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif, aman, dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Kepala sekolah mengembangkan sistem yang memastikan masukan dan aspirasi murid sebagai pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan praktik belajar pada level kelas dan sekolah dengan dukungan dari warga sekolah yang lain untuk mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Seluruh warga sekolah terlibat dan berperan aktif dalam terwujudnya merdeka belajar dengan pembelajaran terdeferesiasi , memberikan tanggung jawab dan keikutseraan siswa sesuai kebutuhab dan bakat minat siswa dalam lingkup /unit organisasi intra ataupun ekstrakulikuler yang diimpelmentasikan dalam program sekolah
2. Kepala Sekolah memimpin refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada murid.
Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi yang melibatkan guru namun belum secara berkala.
Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru untuk perbaikan kualitas proses belajar.
Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru berdasarkan analisis data yang menghasilkan inisiatif untuk perbaikan kualitas proses belajar yang terukur.
Kepala sekolah memimpin pertemuan refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru berdasarkan analisis data yang menghasilkan inisiatif kolaboratif untuk perbaikan kualitas proses belajar yang terukur.
Kepala sekolah mengembangkan mekanisme refleksi secara berkala yang melibatkan semua guru berdasarkan analisis data yang menghasilkan inisiatif kolaboratif untuk perbaikan kualitas proses belajar yang terukur.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Pertemuan refleksi lebih sering dengan staf dan team komite pembelajaraan serta kelompok mapel, untuk jadwal refleksi kepada semua guru akan diadakan berkala pada akhir november ,mengingatnya sulitnya waktu dan keterbatasannya untuk menetukan waktu refleksi.
3. Kepala Sekolah memimpin upaya pengembangan lingkungan belajar yang berpusat pada murid
Kepala sekolah memahami bahwa penting untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar.
Kepala sekolah mengajak guru untuk mengembangkan kelas sebagai sistem sosial yang mewujudkan merdeka belajar.
Kepala sekolah melibatkan seluruh warga sekolah untuk berpartisipasi dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Kepala sekolah memastikan dan membangun komunikasi serta interaksi persuasif seluruh warga sekolah dalam berpartisipasi mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif, aman,dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Kepala sekolah mengembangkan sistem yang memastikan masukan dan aspirasi murid sebagai pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan praktik belajar pada level kelas dan sekolah dengan dukungan dari warga sekolah yang lain untuk mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, aman, dan nyaman bagi aktivitas murid dan guru sehingga senantiasa terwujud merdeka belajar.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Komunikasi dan interaksi dilakukan berkala berdasarkan temuan dan hasil pendampingan serta pengawasan terhadap proses pembelajaran.
4. Kepala Sekolah melibatkan orang tua/wali murid sebagai pendamping dan sumber belajar di sekolah
Kepala sekolah mulai memetakan peran orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah.
Kepala sekolah mengomunikasikan dan meminta masukan dari orang tua/wali murid dan masyarakat terkait dampak hasil pengembangan sekolah pada peningkatan kualitas belajar murid.
Kepala sekolah mengomunikasikan dengan menggunakan berbagai strategi komunikasi yang mendorong keterlibatan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah yang berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid.
Kepala sekolah mengomunikasilkan hasil pengembangan sekolah serta menyediakan kesempatan bagi orang tua/wali murid dan masyarakat untuk mengambil peran dalam program pengembangan sekolah yang berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid.
Kepala sekolah membangun mekanisme yang memfasilitasi komunikasi hasil pengembangan sekolah dan penyediaan kesempatan bagi orang tua/wali murid dan masyarakat untuk mengambil peran dalam program pengembangan sekolah yang berdampak pada peningkatan kualitas belajar murid.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Komunikasi informasi hasil pengembangan sekolah disosialisaikan dalam bentuk upload ke media sosial dan info - info melalui wag , dan jika diperlukan untuk pertemuan langsung dengan ortu ataupun korlas dengan tujuan peningkatan program pengembangan sekolah
5. Kepala Sekolah berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi yang relevan dengan kepemimpinan sekolah untuk mengembangkan karier
Kepala sekolah memahami bahwa penting mengikuti kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier.
Kepala sekolah mengikuti kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier.
Kepala sekolah secara aktif kegiatan jejaring dan organisasi profesi untuk mengeksplorasi beragam pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan belajar untuk mengembangkan karier.
Kepala sekolah membuat karya dan/atau memberikan layanan yang bermakna, berbagi praktik baik pembelajaran, dan mengambil beragam peran pada kegiatan jejaring dan organisasi profesi yang relevan dengan kebutuhan belajar untuk mengembangkan karier.
Kepala sekolah guru lain dalam membuat karya dan/atau memberikan layanan yang bermakna, dalam berbagi praktik baik pembelajaran, dan dalam mengambil beragam peran pada kegiatan jejaring dan organisasi profesi yang relevan dengan kebutuhan belajar untuk mengembangkan karier.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Kerjasama dengan organisasi profesi sudah mulai dilakukan , sesuai kebutuhan belajar dan untuk pengembangan karir.
6. Kepala Sekolah menunjukkan kematangan spiritual, moral, dan emosi untuk berperilaku sesuai dengan kode etik.
Kepala sekolah memahami pentingnya pengelolaan emosi, menggunakan prinsip moral, dan menunjukkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa dalam berperilaku kerja yang mengacu pada kode etik.
Kepala sekolah mengelola emosi, menggunakan prinsip moral, dan menunjukkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk berperilaku kerja yang mengacu pada kode etik.
Kepala sekolah mengelola emosi, menggunakan prinsip moral, dan menunjukkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk mengembangkan perilaku kerja dan pembelajaran yang mengacu pada kode etik.
Kepala sekolah mengelola emosi, menggunakan prinsip moral, dan menunjukkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk mengembangkan perilaku kerja dan pembelajaran yang mengacu pada kode etik, serta mengantisipasi pelanggaran kode etik dan menghindari konflik kepentingan.
Kepala sekolah membantu kepemimpinan sekolah yang lain dalam mengelola emosi, menggunakan prinsip moral, dan menunjukkan keyakinan terhadap Tuhan yang Maha Esa untuk mengembangkan perilaku kerja dan pembelajaran yang mengacu pada kode etik serta mengantisipasi terjadinya pelanggaran kode etik dan menghindari konflik kepentingan.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Pengelolaan emosi ,prinsip moral dan bentuk keyakinan terhadap Tuhan yang maha esa,sudah dilakukan sebagi kegiatan rutin setiap hari oleh semua warga sekolah.
7. Kepala sekolah mengembangkan komunitas praktisi
Kepala sekolah belum memulai komunitas praktisi di dalam satuan pendidikan.
Kepala sekolah memulai komunitas praktisi di dalam satuan pendidikan dengan memperkenalkan dan membentuk komunitas praktisi.
Kepala sekolah menjadikan komunitas praktisi sebagai agenda rutin di satuan pendidikan.
Kepala sekolah mulai bergerak menyebarluaskan pengetahuan dan praktik baik ke satuan pendidikan lain.
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Sudah terbentuk komunitas praktisi lingkup kecil sebagai agenda rutin setiap minggu yang diimplementasikan dalam bentuk kegiatan rutin dan intrakulikuler
A. SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
Misalnya : keterbatasan jumlah PTK, kompetensi kepala dan guru, motivasi rendah, gagap teknologi
1. Jumlah PTK tidak mencukupi
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
sudah mencukupi
2. Kompetensi/ kapasitas rendah
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
SDM (guru&tendik) kompetensi sudah cukup baik tetapi perlu untuk di upgrade dan ditingkatkan
3. Komitmen kepala sekolah/pengawas atau guru rendah
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Sangat komitmen sesuai dengan alur dan kebijakan
4. Berhalangan tetap karena kondisi kesehatan (misalnya, sakit akut, stroke ringan)
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Tidak ada
B. ANGGARAN
Misalnya : Keterbatasan anggaran untuk menjalankan program di satuan pendidikan
1. Anggaran belum tersedia
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Anggaran dari Bos Kinerja maupun dari Bos Reguler sudah dikelola dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan, tetapi yang butuh bantuan adalah dalam hal fasilitas Lab. Komputer dan Lab. IPA serta Tempat olahraga dan taman baca/taman bermain
2. Anggaran Kurang
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Untuk pemenuhan kebutuhan Lab. Komputer dan Lab. IPA serta Tempat olahraga dan taman baca/taman bermain
C. TEKNOLOGI
Misalnya : Keterbatasan anggaran untuk menjalankan program di satuan pendidikan
1. Aplikasi (misal, Aplikasi kurang user friendly, aplikasi tidak compatible pada perangkat tertentu, aplikasi sering error atau buging dll)
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Masih ada beberapa gadget ataupun laptop yang dimiliki SDM( guru & tendik) belum sesuai dengan spec dan kebutuhan aplikasi yang akan digunakan
2. Perangkat keras (Laptop/ tablet/ smartphone) belum mencukupi kebutuhan
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
SDM ( guru & tendik) sudah memiliki laptop / smartphone tetapi spec nya belum sesuai kebutuhan
3. Jaringan internet tidak ada/tidak stabil
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Jaringan intrenet sudah aman
D. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Deskripsikan dengan jelas kegiatan pembelajaran yang dilakukan
1. Kegiatan pembelajaran belum berjalan (misalnya dikarenakan guru mangkir atau peserta didik tidak bisa mengikuti pembelajaran)
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Guru dan siswa memiliki kedispilnan yang cukup baik, jika terjadi ketidakhadiran dikarenakan sakit ataupun musibah lainnya.
2. Perangkat ajar tidak memadai (keterbatasan akses terhadap buku teks, contoh modul ajar, contoh penguatan projek profil pelajar Pancasila)
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Perangkat ajar sudah cukup memadai
E. DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH
Deskripsikan dengan jelas dukungan Pemda dan Dinas Pendidikan yang dilakukan
1. Anggaran tidak tersedia/ tidak cukup
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Adanya perubahan Regulasi pemberian bantuan pembiayaan Pendidikan kepada siswa miskin (BOSKIN), menjadi kendala dalam penyaluran pembiaayan pendidikan pembayaran tunggakan yang menumpuk di Sekolah kami, semoga ada jalan keluar yang terbaik.
2. Kebijakan/ regulasi belum sesuai dengan program sekolah penggerak
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Tidak hubungan dengan program sekolah penggerak
3. Terjadi rotasi kepala sekolah/ pengawas sekolah
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Tidak Ada Rotasi
4. Tidak ada dukungan dari pengawas
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Pengawas sangat mendukung dan memberikan apresiasi kepada Sekolah kami
F. DUKUNGAN INTERNAL SEKOLAH
Deskripsikan dengan jelas dukungan internal sekolah yang dilakukan
1. Yayasan tidak mendukung
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Yayasan selalu memberikan dukungan dan motivasi terhadap perubahan - perubahan kebaikan secara kualitas dan kuantitas untuk warga sekolah , dengan dukungan moril maupun materiil
2. Guru non komite pembelajaran tidak mendukung
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Dewan Guru di Sekolah ikut serta dalam perubahan paradigma baru serta melaksanakan KOSP sekolah , karena adanya sosialisasi, pendampingan , pengawsan dan pembinaan serta penilaian dari team dan dari Kepala Sekolah
G. KONDISI MENDESAK
Deskripsikan dengan jelas kondisi mendesak yang dialami (Jika Ada)
1. Terjadi bencana alam
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
2. Pandemi COVID-19 menjadi penghambat pelaksanaan pembelajaran (pembatasan akses, kekhawatiran terkena wabah terutama di wilayah tanpa internet akibat pandemi, dll)
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Selama pandemi dan pembelajaran jarak jauh berlangsung cukup baik ,tetapi tetap kahadiran guru secara langsung sangat dibutuhkan . Akses internet aman terkendali
H. LAINNYA
Deskripsikan dengan jelas hambatan lainnya (Jika Ada)
1. Hambatan Lainnya
Ya
Tidak
Data Belum Tersedia
Deskripsikan Alasan Pemilihan Poin Tersebut
Pemanfaatan PMM belum optimal dan belum efektif, sdm (guru) masih dalam zona nyaman pemanfaatan sumber belajar dan sumber informasi lainnya. SDM (guru) sangat membutuhkan pelatihan - pelatihan untuk peningkatan kompetensi dan pengetahuan digitalisasi ataupun sesuai kebutuhan berkembangnya zaman , kendala yang terjadi ada;lah karena padatnya jam mengajar sehingga