Page 45 - Menyusun Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan #1
P. 45

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
                  Riset, dan Teknologi


    Contoh Kurikulum Operasional TK Bintang




     Karakteristik Lingkungan Belajar

     TK Bintang terletak di pinggiran Kota Bandung berbatasan dengan Kabupaten Bandung. Lokasi TK Bintang berada
     di dataran tinggi dan dikelilingi dengan pegunungan. Kebun dan sungai dapat ditemui di sekitar TK Bintang. Lokasi
     desa yang berada di jalur menuju lokasi wisata menyebabkan di akhir pekan banyak warga dari Kota Bandung yang
     melewati desa ini.

     Masyarakat yang hidup di pedesaan memiliki budaya Sunda yang masih terpelihara, yaitu silih asih (kemanusiaan),
     silih asah (mencerdaskan), silih asuh (mendampingi), dan silih wawangi (menyampaikan hal-hal positif). Mayoritas
     masyarakat desa beragama Islam, dan ada beberapa keluarga pendatang yang beragama Kristen, Katholik, dan
     Hindu. Kerjasama dan gotong-royong juga menjadi budaya yang masih sering dijumpai di tengah-tengah
     masyarakat, salah satunya saat hari raya Islam seperti Idul Adha dan Idul Fitri. Sebagian besar masyarakat bekerja
     sebagai petani dan rata-rata berlatar belakang pendidikan hingga sekolah menengah.


     Sumber pendanaan operasional sekolah berasal dari swadaya masyarakat serta bantuan pemerintah (BOP). Selain
     itu, donasi juga didapatkan dari masyarakat sekitar berupa bahan makanan yang dapat digunakan dalam pemberian
     makanan tambahan maupun kegiatan bermain. Kebijakan Pemerintah Kota Bandung adalah untuk melestarikan
     budaya Sunda di masyarakat. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandung menindaklanjuti dengan meminta
     Satuan Pendidikan untuk memasukkan Bahasa Sunda sebagai muatan lokal.

     TK Bintang bermitra dengan beberapa pihak dalam penyediaan layanan yang holistik integratif untuk peserta didik,
     antara lain:


     •      Layanan pendidikan bermitra dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bandung dan Korwil Kecamatan.

     •      Layanan kesehatan dan gizi bermitra dengan Puskesmas dan Psikolog.

     •      Layanan perlindungan bermitra dengan kepolisian di kecamatan.
   40   41   42   43   44   45   46   47   48   49   50