Page 73 - Menyusun Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan #1
P. 73
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
3. Alumni
Alumni SMA Negeri 5 Surabaya banyak tersebar di dalam negeri maupun di luar negeri, sangat banyak yang sukses di berbagai bidang pekerjaan, baik dalam pemerintahan maupun swasta. Alumni tersebut memiliki perkumpulan yang telah
berbadan hukum. Para alumni ini memiliki kepedulian yang sangat besar baik kepada sekolah maupun kepada adik angkatannya yang masih menjadi peserta didik di sekolah.
4. Orangtua/Wali Murid
SMA Negeri 5 Surabaya memiliki siswa-siswi yang sebagian besar orangtuanya memiliki tingkat ekonomi yang baik dan memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap pendidikan.
Karakteristik Budaya SMA Negeri 5 Surabaya
1. Budaya Berprestasi
Budaya berprestasi di SMA Negeri 5 Surabaya dibuktikan dari:
a. Berbagai prestasi lomba bidang akademik dan non-akademik yang diraih peserta didik dari tingkat kota, propinsi, nasional, hingga internasional. Contoh prestasi yang selalu diraih adalah bidang Kompetensi Sains Nasional (KSN) dan
Kompetisi Karya Inovasi Pelajar.
b. Persaingan belajar yang sehat dari peserta didik untuk memperoleh hasil belajar yang sangat baik sehingga mampu untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri terbaik di dalam negeri maupun di luar negeri.
2. Budaya Literasi
Peserta didik SMA Negeri 5 Surabaya memiliki budaya literasi yang sangat baik. Kegiatan literasi yang menjadi budaya di SMA Negeri 5 Surabaya di antaranya:
a. Kegiatan membaca dan menuliskan resume karya fiksi (terutama berupa novel) dengan waktu 15 menit setiap pagi sebelum memulai pembelajaran. Di Kelas X awal, kegiatan ini membutuhkan waktu untuk membiasakan. Tetapi selanjutnya,
budaya ini menjadi motivasi peserta didik sehingga brdampak pada budaya senang membaca di mana saja dan kapan saja.
b. Kegiatan tantangan membaca 1.000 halaman karya fiksi selama 1 bulan pertama pada awal tahun ajaran.
c. Kegiatan menulis karya sastra. Karya sastra yang dihasilkan dapat berupa novel, cerpen, sajak, puisi, atau bentuk lain. Hasil karya ini kemudian dibukukan di setiap kelas dan peserta didik sudah mampu mengorganisasi pasarannya.
3. Budaya Peduli Lingkungan
Sesuai dengan visi sekolah, Budaya Linkungan telah menjadi Kegiatan Wajib peserta didik. SMA Negeri 5 Surabaya memiliki budaya lingkungan yang baik. Bukti budaya ini adalah beberapa kegiatan yang dilakukan baik intrakurikuler maupun
ekstrakurikuler. Contoh kegiatan intrakurikuler adalah proyek kolaborasi dengan tema Hemat Energi, yang melibatkan semua mata pelajaran. Untuk kegiatan ekstrakurikuler, budaya lingkungan ini diakomodasi dalam kegiatan yang dinamakan
GREENISH. Beberapa inovasi dalam Kegiatan LIngkungan ini antara lain: GHC (Gerakan Hemat Energi melalui AC), SMALA GANTENG (Gerakan Peteng Bareng), GEMATI (Gerakan Hemat Energi), Pengolahan Limbah Sampah (Reuse, Recyle,
Reduce), Pemanfaatan Lahan Sekolah, Sehat Mengaum (Sehari menggunakan Angkatan Umum).
Peserta Didik
1. Input Peserta Didik
Peserta didik SMA Negeri 5 Surabaya berasal dari Kota Surabaya dan sekitarnya. Dengan adanya penerimaan Peserta didik baru dengan sistem Zonasi, maka peserta didik di SMA Negeri 5 Surabaya sejak tiga tahun teerakhir ini bervariasi dari
jarak paling dekat hingga menyebar di seluruh Kota Surabaya. Dengan demikian, kemampuan peserta didik memiliki nilai rata-rata yang bervariasi.
2. Peserta didik SMA Negeri 5 Surabaya memiliki kemandirian berorganisasi. Budaya kemandirian berorganisasi peserta didik ditunjukkan dengan adanya banyak kegiatan OSIS, baik secara umum maupun kegiatan di setiap bidan sub-seksi di
OSIS. Pada kegiatan ini, peserta didik mampu mengorganisir dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan serta pendanaannya. Peserta didik mampu bekerja mandiri dengan bimbingan Guru Pendamping dan Kesiswaan.

