Page 94 - Menyusun Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan #1
P. 94

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
                  Riset, dan Teknologi



     b. Kelemahan (Weaknesses)

     1) Pengembangan budaya kerja pada peserta didik belum maksimal.
     2) Belum lengkapnya dokumen kurikulum dan portofolio pendukung penyelenggaraan program keahlian di tingkat teknis.

     3) Program bilingual dalam pembelajaran belum efektif.
     4) Kompetensi dan profesionalisme guru dan tenaga kependidikan relatif beragam.
     5) Alokasi dana operasional pendidikan terbatas, dan penggalangan dana dari orangtua/wali siswa terbatas.
     Strategi SMKN 1 Tasikmalaya

     Menyikapi hasil analisis tersebut, SMKN 1 Tasikmalaya merancang beberapa strategi di antaranya:
     a. Menerapkan prinsip Gerakan Sekolah Menyenangkan untuk memperkuat pengembangan karakter siswa termasuk di dalamnya pengembangan budaya kerja.

     b. Pada awal tahun pelajaran mengadakan workshop penyusunan dokumen kurikulum yang diikuti seluruh guru serta melibatkan industri mitra.
     c. Menetapkan program penguatan bahasa untuk guru dan siswa. Selain bahasa Inggris, juga diperkenalkan bahasa asing lainnya yaitu bahasa Jepang, Korea dan Perancis.
     d. Optimalisasi peran MGMP satuan pendidikan sebagai wahana pengembangan diri guru melalui program “Jumat Keramat”.
     e. Melakukan pemetaan kompetensi teknis guru dan tenaga kependidikan sebagai dasar penyelenggaraan workshop atau pelatihan bagi guru dan tenaga kependidikan.

     f. Menjadikan sekolah sebagai pusat bisnis melalui pengembangan teaching factory.
   89   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99