Page 62 - Menyusun Kurikulum Operasional di Satuan Pendidikan #1
P. 62
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi
Contoh Kurikulum Operasional SMP Model 7
Karakteristik SMP Model 7
Bagian belakang SMP Model 7 berbatasan dengan RS Adiyaksa dan beberapa pemukiman penduduk, samping kiri berbatasan dengan kantor, sisi kanan berbatasan dengan SD dan di bagian depan berbatasan dengan Korean School, dengan memiliki akses jalan keluar dan
masuk hanya dari gerbang utama sehingga memudahkan pemantauan arus keluar dan masuk.
Kondisi lahan kurang memadai terutama saat pelaksanaan upacara bendera dan pembelajaran PJOK serta seni budaya, diantisipasi dengan membuat formasi barisan lebih rapat saat pelaksanaan upacara pengibaran bendera, pembelajaran PJOK dan seni budaya kerap
memanfaatkan lahan kosong di sisi kiri sekolah. Kelebihan SMP Model 7 antara lain:
a. Kondisi belajar-mengajar tenang, tidak terganggu kebisingan jalan raya.
b. Lokasi sekolah berdekatan dengan obyek wisaata TMII.
c. Kekeluargaan yang baik antara guru, karyawan, peserta didik, dan lingkungan.
d. Keterlibatan alumni SMP Model 7 sangat baik terhadap pembangunan sarana ibadah, pelaksanaan LDKS, ekstrakuirkuler, motivasi siswa saat upacara, motivasi siswa saat akan melaksanakan ujian akhir, keamanan lingkungan belajar, pengawasan lingkungan sekitar
terhadapt siswa waktu kegiatan belajar-mengajar.
e. Penyelenggaraan ekstrakurikuler yang memiliki prestasi seperti permainan bola basket, sepak takraw, paskibra, PMR, marawis.
f. Ekstrakurikuler marawis kerap diminta untuk mengisi acara pada kegiatan instansi pemerintah, kegiatan keagamaan di lingkungan sekitar, atau antara pribadi masyarakat.
Karakteristik Konteks Sosial Budaya dan Lingkungan
SMP Model 7 berada pada daerah pinggiran Ibu Kota, dengan latar belakang sosial dan budaya yang beragam, sikap dan perilaku masyarakat kota besar yang individual dan ekslusif melebur dengan sikap masyarakat Betawi asli yang tercermin dengan masih tingginya
semangat gotong-royong, kepedulian terhadap sesama, sopan santun masih terjaga serta kehidupan beragama yang baik.
Karakteristik Peserta Didik
Latar belakang pendidikan orangtua, sosial ekonomi, lingkungan tempat tinggal peserta didik SMP Model 7 sangat beragam, mulai dari buruh cuci yang tinggal di rumah kontrakan sampai dengan peserta didik yang pulang pergi ke sekolah diantar dengan mobil dan sopir
pribadi. Hal ini sangat melatarbelakangi karakteristik peserta didik. Dengan latar belakang tersebut secara umum karakteristik peserta didik di SMP Model 7 adalah sebagai berikut:
a. Mampu dan mau mengikuti aturan dan kegiatan sekolah.
b. Kemauan belajar tinggi.
c. Memahami dan mampu bersikap terhadap keberadaan peserta didik berkebutuhan khusus.
d. Semangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler.
e. Bersedia meluangkan waktu melaksanakan kegiatan di luar waktu kegiatan belajar-mengajar.
f. Kehidupan beragama yang baik.
Landasan Kurikulum Operasional di SMP Model 7
Penyusunan kurikulum operasional SMP Model 7 berlandaskan pada peraturan perundang-undangan terkait dengan sistem pendidikan nasional, standar pendidikan nasional, kurikulum nasional, konsep Merdeka Belajar, Profil Pelajar Pancasila, kepramukaan, muatan lokal,
penilaian hasil belajar oleh pendidik pada pendidikan dasar dan menengah, evaluasi kiurikulum, penumbuhan budi pekerti, dan rencana kegiatan dan anggaran sekolah (RKAS) satuan pendidikan, penyusunan juga mempertimbangkan kondisi dan keberadaan sekolah yang
tidak terpisahkan dengan masyarakat sekitar dan perangkat pemerintah terkecil RT, RW, Kelurahan, dan seterusnya. Implementasinya dalam bentuk peranserta masyarakat dalam pendidikan, kerjasama sekolah dengan tokoh masyarakat, membina sosialisasi peserta didik
agar daapat bekerjasama, rukun, tolong-menolong dan saling menghormati. Selain itu penyusunan juga mengacu pada konteks Merdeka Belajar antara lain menggunakan pendekatan atau model yang beragam, seperti problem-based learning, project-based learning,
discovery l earning, inquiry, atau lainnya. Proses belajar berbasis active learning, berorientasi pada proses, serta collaborative learning.

